Melalui halaman ini anda bisa membaca dokumen-dokumen atau menonton video hasil interview yang kami lakukan dengan anak-anak tanah Batak yang mandiri, produktif & perduli.
Apabila anda mengenal seseorang yang telah berhasil, sukses, mandiri atau peduli dengan Tanah Batak dan anda sangat bangga akan pengabdianya, silahkan mengundang untuk dimuat di halaman ini, agar kita-kita orang Batak pada khususnya dan bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya, bisa ikut bangga. Hubungi kami di info@project-tapanuli.org.
Tamu kita 01 September 2010
Team Anak ni Raja, perduli pembangunan Pahae, Tapanuli Utara, SUMUT
Kesempatan bertemu dengan anak ni raja Batak yang sangat peduli kemajuan Bonanipasogit merupakan suatu pernghargaan dan tersendiri bagi saya, apalagi anak ni raja tersebut telah berjasa tinggi dalam meningkatkan pendidikan di negeri ini.
Pada bulan Juni yang lalu saya sangat bangga bisa bertemu dengan bapak Walsinur Silalahi dalam sebuah seminar dengan thema "Money & Love" yang diselenggarakan oleh BEP Group (Batak Enterpreneurs & Professionals), dimana saat saya diundang sebagai salah satu tamu pembicara (panel).
Bapak Walsinur Silalahi adalah seorang aktifis sosial, yang aktif di persekutuan HKBP di Indonesia, dan juga pekerja sosial yang bergabung di Yayasan e-BinaGuru. Melalui gereja-gereja HKBP dan Yayasan e-BinaGuru, bapak Walsinur menyumbangkan jasanya untuk meningkatkan pendidikan di negeri ini.
Kesuksesan project-project yang mereka bina melalui eBinaGuru dan dibeberapa tempat di Pulau Jawa dan daerah lainya mendorong mereka untuk membawa misi mereka ke Tanah Batak. Akhirnya pada tahun 2004 hingga 2006 yang lalu, eBinaGuru berhasil menembus Tanah Batak dan memulai sebuah project di Garoga, sebuah pedesaan kecil di pedalaman Tapanuli Utara.
Project yang dilakukan di Garoga cukup sukses, sekalipun masih butuh perhatian khusus untuk melanjutkanya kemasa-masa yang datang.
Beberapa minggu setelah pertemuan pertama, saya dan bapak Walsinur Silalahi kembali berjumpa sambil bertukar pikiran mengenai pembangunan di huta, dan kali ini beliau telah mengundang beberapa anak ni Raja yang sangat perduli kemajuan Bonani pasogit, diantaranya adalah:
Representatif dari eBinaGuru Indonesia, Walsinur Silalahi
Representatif dari Forum Komunikasi Anak Rantau Pahae (FORKAP), Edismar Nainggolan, Gamaluddin Tambunan, Polman Franky Sinaga & Rexon Nainggolan
Ketua & Representatif dari KERABAT (Kerukukan Masyarakat Batak) Dr Henry Panggabean.
Team anak ni raja diatas menyadari penuh bahwa perhatian pemerintah terhadap peningkatan pendidikan di Pahae, Taput belum bisa diandalkan, sehingga pemuda harapan bangsa di daerah ini sangat ketinggalan dan persentasi yang masuk universitas negeri itu setelah lulus SMA itu sangat kecil.
Pada tanggal 24 Juli yang lalu, bapak Walsinur Silalahi sebagai representatif dari eBinaGuru beserta Edismar Nainggolan, Polman Sinaga & Lukas Nainggolan sebagai representatif dari FORKAP, mengunjungi Pahae Julu, Pahae Jae & Kecamatan Simangumban, di Tapanuli Utara untuk melihat, hal-hal apa yang bisa kita bantu didaerah ini untuk meningkatkan pendidikan dan ekonominya.
Dalam pertemuan kami awal Juli yang lalu, team FORKAP (Forum Komunikasi Anak Rantau Pahae), menjelaskan keinginan mereka untuk meningkatkan persentasi jumlah dari anak-anak lulusan SMA/SMK dari Pahae untuk masuk PTN, sehingga beliau-beliau sangat tertarik untuk mengembangkan "system tryout" di daerah ini.
Menurut analisa Edismar Nainggolan, Pahae itu penuh dengan generasi muda mahir dan sangat bakat musik, mustinya ini juga harus kita hargai dan bisa kita kembangkan.
Perjuangan dan perjalann Bapak Polman Franky Sinaga dan Bapak Gamaludin Tambunan, yang sudaha lebih dari 25 Tahun bolak-bali Luat pahae dan Tapanuli Utara untuk membangun huta, tealah menjadi inspirasi besar buat saya untuk meneruskan bakti ke Bona Ni Pasogit. Sekalipun beliau berdua sudah cukup senior dalam usianya, namun ini tidak menghalangi kunjungan rutin mereka ke huta. Semestinya kita harus bisa mengambil contoh dari beliau, pengorbanan yang sangat mulia.
Misi beliau-beliau ke huta, bukan hanya membangun sekolah, jembatan atau jalan namun mereka ingin sekali membangun kehidupan masyarakat agar lebih sukses dalam bertani.
Setiap anak ni Raja yang saya jumpai hari itu memiliki strategi yang berbeda-beda dalam pengabdian mereka ke huta, yang tentunya semua sangat mulia dan berguna untuk meningkatkan pembangunan di Bona ni Pasogit.
Saya begitu bangga dan terharu dengan strategi yang diambil oleh ito Rexon Nainggolan, seorang ahli Akuntan yang cukup sukses di Jakarta. Ito ini membantu anak-anak dari kampung untuk melanjutkan kuliahnya ke perguruan tinggi dengan memberikan mereka beasiswa pada semester pertama saja, sebagai dorongan agar mereka bisa mencicipi kehidupan sebagai mahasiswa dan berharap kiranya mereka dan orang tua mereka bisa melanjutkan ke semester berikutnya. Dia percaya bahwa dengan menceburkan mereka ke pendidikan, maka besar harapan kiranya anak-anak tersebut untuk meneruskan perjuangan mereka hingga tuntas dari perguruan tinggi. Menurut ito Rexon bahwa kalau kita membuka kesempatan untuk seseorang untuk lebih maju, maka anak tersebut dan juga orang tuanya, biasanya sangat semangat untuk melanjutkan perjuangan itu.
Dalam acara pertemun ini juga saya sangat banyak belajar mengenai adat dan budaya Batak dari Dr Henry Panggabean, ketua dari KERABAT (Kerukunan Masyarakat Batak). Dari beliaulah saya sekarang mengerti istilah tanah di huta, apa itu Bona ni Pasogit dan bedanya dengan Bona ni Pinasa, Apa itu tanah ulayat dan siapa itu masyarakat hukum adat. Tentunya dengan ilmu baru yang bisanya tidak mudah didapatkan ditempat umum, memberi saya confident yang lebih tinggi lagi untuk bisa mengabdi ke Tanah Batak.
HASIL VIDEO INTERVIEW TERPISAH DENGAN DR HENRY PANGGABEAN MENGENAI “MAHUDAT” AKAN KAMI PUBLIKASIKAN DALAM WAKTU DEKAT
Terimakasih atas kunjungan anda, semoga kita semua bisa pulang rame-rame ke Bonanipasogit, untuk membangun huta, paling tidak "MARSIPATURE HUTANABE".