Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player


Melalui halaman ini kita akan membahas hal-hal yang berhubungan dengan adat-istiadat, seni dan budaya Batak. Sebagai orang Batak yang merantau, ilmu dan pengalaman dalam hal adat-istiadat Batak, mungkin tidak sedalam ilmu yang anda miliki, jadi terlebih dulu saya memohon maaf apabila dalam halaman ini saudaraku semua tidak menemukan informasi yang 100% tepat karena saya yakin banyak sekali kekurangannya.

Bersama halaman ini saya ingin belajar dengan yang lainya, menelusuri adat, seni dan budaya Batak secara informal dan saling mengajari dan membina berdasarkan cinta dan kasih sayang. Bersama halaman ini kami ingin berbagi ilmu dan pengalaman bersama generasi muda kita agar bersama-sama kita dapat melestarikan keindahan adat, seni dan budaya Batak. Apabila saudara seorang pemuka adat, dan ingin menyumbangkan ilmu dan pengalaman saudara disini, kirimkanlah apa yang ingin dapat kami muat disini, melalui email di info@project-tapanuli.org.

Alternatif lain, silahkan bergabung dengan kami untuk berdiskusi dengan penggemar Project Tapanuli lainya. di Facebook.


Salah satu hal utama dari seni dan budaya Batak yang sangat perlu kita bahas rame-rame adalah: ULOS, begitu besar fungsinya dalam kehidupan kita orang Batak sehari-harinya. Sejak orang Batak itu lahir, hingga menghembuskan napas terakhir, ulos mempunyai unsur tinggi dalam hidup kita. Ulos itu begitu erat hubunganya dengan jiwa kita orang-orang Batak, sekalipun banyak diantara kita yang tidak begitu 100% paham jenisnya, fungsinya, sejarahnya, bagaimana dan dimana di produksi. Kalau kita mengaku jadi orang Batak, Ulos adalah symbol dari kehidupan kita dan layaklah kita paham fungsinya dalam hidup kita.  TONTONLAH VIDEO DISINI, KREASI DARI ANDI HUTAGALUNG DAN TORANG SITORUS (anak2 muda Batak yang sangat berambisi melastarikan Ulos Batak). Di sini dipaparkan pembuatan Ulos di daerah Tarutung, Tapanuli Utara.


Pada tanggal 6 Februari 2009 yang lalu, kami memuat halaman diskusi di Facebook mengenai ULOS. Klik disini untuk ikut berpartisipasi:

Baca dokumen sepenuhnya DISINI

Dalam beberapa minggu inilah mengumpulkan data-data dari anak-anak muda, bahwa ternyata generasi muda Batak, baik yang merantau (yang tinggal di luar Tanah Batak) dan juga yang hidup di Tanah Batak, banyak yang tidak paham apa dan untuk apa itu ULOS.

Kalau anda ingin belajar lebih dalam lagi tentang ulos, cobalah mengujungi link berikut, penjelasan tentang ulos yang sangat detail dan sangat educational, yang dipublikasikan oleh Bapak Monang Nai Pospos. You will enjoy it!!
http://tanobatak.wordpress.com/2008/02/18/mengenal-olos-batak


OPERA BATAK.

Kalau anda lahir di Jakarta, dan orang tua mungkin jarang berbagi cerita tentang hal-hal yang berbau Batak, maka tentunya anda mungkin tidak mengenal seni Batak yang disebut "OPERA BATAK". Waktu saya masih kecil dulu, ada beberapa group Opera Batak yang sering manggung dikampung kita. Yang saya sangat ingat adalah Opera Serindo, dan Opera si Tilhang. Waktu itu inong dan among (mama dan papa), membawa kita  nonton, pada hari Sabtu atau Minggu, yang jelas bukan hari-hari sekolah.

Pengalaman yang sangat indah dan sangat saya banggakan, dan tidak mungkin akan terlupakan. Penyanyi yang saya betul-betul ingat adalah Boru Regar dan Boru Situmorang.  Dan lagunya kakak Boru Regar.....masih jelas bersenandung di kepala saya seperti salah satu lagunya adalah "Marulak hutingkir tu alaman manang naung ro ho sian nadao....manang na dididia ho....ito na lagu. Tar ilu-ilu ahu....paimahon ho, soada baritam, tona pe soro...manang na didia ho....ito na lagu"  Dan anak-anak akan menirunya di kampung. Pada saat berangkat kesekolah juga kita sering nyanyi rame-rame, lagu-lagu Opera Batak. Dan secara bangga, saya masih bisa menyanyikanya sekarang. Salah satu lagi lagunya adalah: Ro do au diudan haba-haba i, lao mandapothon ho o ito nauli lagu.....golap mak-mak hubolus doi, ambolas pe hutaon doi....dan seterusnya........

Tapi dimana beliau-beliau itu sekarang? Waktu beliau-beliau itu adalah idol dari remaja-remaja dan anak-anak kecil Tanah Batak. I loved them!! I missed them!! I wish I could see them playing again!!

Menurut sumber-sumber Internet, Opera Batak itu menghilang dari peredaran sekitar tahun 80an. Menurut sumber-sumber Internet juga mengatakan bahwa  saat ini Opera Batak sedang di hidupkan lagi oleh organisasi yang disebut PLOt. http://hariansib.com/2007/06/21/plot-p-siantar-gelar-diskusi-publik-refleksi-100-tahun-wafatnya-pahlawan-nasional-raja-sisingamangaraja-xii/

Dari pada aku mengulang-ulang kembali untuk menulis tentang Opera Batak, lebih baik kita menghargai yang sudah tertulis. Bapak Monang Naipospos, telah menguraikan inti dari Opera Batak secara panjang lebar di link ini: http://tanobatak.wordpress.com/2007/07/07/perjalanan-seni-pertunjukan-di-tanah-batak/

Cobalah simak beberapa tulisan oleh bapak Thompson HS (menurut SIB, bang Thompson HS adalah Direktur Artistik PLOT). Bacalah tulisan-tulisan bapak itu disini.
http://thompsonhs.wordpress.com/2008/03/22/membangun-opera-batak-bersama-plot/


TORTOR BATAK

Banyak diantara kita yang yang tidak begitu mengenal Totor Batak. Padahal Tortor itu banyak macam ragamnya, karena setiap suku Batak (Toba, Pakpak, Mandailing, Simalungun, Karo dan Angkola) memiliki tari-tari yang berbeda. Banyak orang-orang di luar Tapanuli sering menduga bahwa Totor itu hanyalah milik orang Toba, karena kenyataanya memang adat Batak Toba kelihatan lebih menonjol kepermukaan karena suku Batak Toba itu sangat fanatik akan keBatakanya sehingga mereka lebih sering menggebu-gebu akan adat dan Budaya Batak. Sayang sekali, mestinya suku Batak lainya, mestinya harus dapat mengimbangi ini, agar tidak kelihatan timpang (imbalance).

Saudarakau dari Pakpak, Mandailing, Simalungun, Karo dan Angkola, bergabunglah bersama kami orang-orang Toba ini, memperkenalkan Budaya seluruh Batak ke dunia. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Mari kita tunjukkan kepada seluruh Indonesia, bahwa Batak itu ada 6, dan punya enam bahasa juga dan punya 6 seni dan budaya yang berbeda-beda. Saya juga kalau ada yang mau mengajari, ingin sekali agar bisa berbahasa Karo atau Simalungun, atau Bahasa Batak lainya, saya yakin pasti sangat menarik.

Oh ya, keinginan saya untuk memperomosikan persatuan dan apersahabatan semua Batak disini, terus terang bukan karena cari muka atau mencari "Vote"lho. Saya itu bukan CALEG, dan agar lebih yakin lagi, saya itu berdomisili tetap di luar Indonesia, tepatnya di London, Inggris. Jadi saya hanya mengudang saudaraku suku Batak lainya untuk saling berbagi sayang dan seni, demi masa depan Tanah Batak.  Ada sih maunya, ya....itulah....saya ingin "having fun" bersatu dengan Batak lainya, selain Batak Toba.

Yang ingin bergabung untuk membentuk Tortor dan mau diskusi mengenai Tortor, ikutanlah di Facebook. Maaf kalau kami harus mengarah ke Facebook untuk tempat  berdiskusi, selain terbuka untuk siapa saja, anda juga bisa membuat topik yang perlu kita bicarakan Jadi "HALAMAN=PAGE" tersebut adalah milik kita bersama, tidak ada yang jadi boss. Yang jelas isinya bisa diterima satu sama lain, tidak mencela, memfitnah atau kasar. Kalau kasar dan asam isinya....ya aku harus hapus lah, biar yang lain tidak tersinggung.

Disini kita ingin membina persahabatan berdasarkan kasih sayang tanpa memandang hirarki (jadi tidak perlu bicara tentang panjang lebara tentang politik atau agama).

Kita tunggu kehadiaranya di Facebook.


Masih banyak lagi seni dan budaya Batak lainya yang perlu kita pelajari, termasuk Aksara Batak, ukiran Batak, rumah bolon batak, dan seterusnya...."The list is endless!!". Tapi perlahan-lahan kita gali, yang jelas harus semangat, jangan sampai semangat kita hanya angat-angat te ni manuk.

Horas, Mjuah juah, Njuah juah.

Nelly Br-Torus.